Kampar,Jejaktinta.com
– Keluhan Rakyat Perbaiki Jalan Rusak. Digelar Rapat Koordinasi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Rabu (3/6/2026)
Tampak Hadir dalam rapat tersebut, Camat Tapung Hulu, Dinas PUPR Provinsi Riau, PUPR Kabupaten Kampar, DPRD Kampar, Polsek Tapung Hulu, perusahaan-perusahaan, koperasi, hingga tokoh masyarakat.
Namun di tengah banyaknya kata sambutan dan kesepakatan yang disampaikan ada satu pertanyaan besar, masih menggantung di benak masyarakat: “Siapa yang benar-benar bertanggung jawab, atas rusaknya jalan yang setiap hari mereka lalui?”
Keluhan Masyarakat Tapung Hulu Perbaikan Jalan Rusak.
Camat Tapung Hulu Nuryadi, S.E. menegaskan, Jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Karena itu, perbaikan akses jalan tidak bisa lagi ditunda dan membutuhkan komitmen seluruh pihak.
Di sisi lain, perwakilan PUPR Provinsi Riau/Bina Marga UPTD mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Akibat defisit anggaran, program infrastruktur jalan terdampak, sehingga sejumlah pekerjaan pemeliharaan maupun pembangunan belum dapat berjalan maksimal.
Pernyataan tersebut seolah menjadi gambaran bahwa masyarakat kembali diminta memahami keterbatasan anggaran. Namun ironisnya, saat anggaran terbatas, aktivitas kendaraan berat justru terus berlangsung tanpa henti di sejumlah ruas jalan yang kondisinya sudah kritis.
Pihak PUPR Kabupaten Kampar menyatakan siap mendukung, mendampingi program perbaikan jalan. Namun masyarakat tentu berharap dukungan itu tidak berhenti pada koordinasi dan rapat semata, melainkan benar-benar diwujudkan kenyataan di lapangan.
Sorotan tajam datang dari Kapolsek Tapung Hulu IPTU Riko Rizki Masri SH MH. yang secara terbuka menyinggung persoalan kendaraan bermuatan berlebih atau overload.
Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan faktor usia dan cuaca, tetapi juga akibat rendahnya disiplin sejumlah pihak yang masih membiarkan kendaraan membawa muatan melebihi kapasitas.
“Jalan yang dibangun dengan kapasitas tertentu tidak akan bertahan lama jika setiap hari dilalui kendaraan dengan beban melebihi ketentuan,” tegas Kapolsek.
Pernyataan tersebut seakan menjadi tamparan bagi pihak-pihak yang selama ini yang menikmati akses jalan untuk kepentingan bisnis mereka, namun belum maksimal berkontribusi dalam pemeliharaannya.
Lebih keras lagi, Anggota DPRD Kampar Fraksi PDI Perjuangan Hanafiah mengingatkan bahwa perputaran ekonomi dari sektor perkebunan dan dunia usaha di Tapung Hulu mencapai angka yang sangat besar.
“Jangan sampai keuntungan ekonomi yang besar itu hanya dinikmati segelintir pihak, sementara masyarakat harus berjibaku dengan jalan rusak setiap hari,” ujarnya.
Hanafiah bahkan mengungkap fakta, bayak kendaraan yang melintas dengan muatan mencapai 40 ton, padahal kapasitas jalan hanya sekitar 30 ton. Artinya, kerusakan jalan yang terjadi sebenarnya bukanlah sesuatu yang mengejutkan,”imbuhnya
Pada hal, Rekonstruksi jalan yang dirancang hanya menahan beban tertentu dipaksa menerima tekanan jauh di atas kemampuannya setiap hari, tentu rusak seperti kondisi sekarang,”terangnya
Yang lebih menarik, ketika muncul usulan bantuan alat berat untuk mendukung servis perbaikan sementara, justru terdengar informasi bahwa bagian alat yang diharapkan membantu dari pihak, ternyata dalam kondisi rusak.
Rakyat??? Jalannya rusak. Anggarannya terbatas. Alat beratnya juga rusak. Sementara kendaraan overload tetap melintas setiap hari.
Sampai kapan kondisi ini akan terus berlangsung?
Rapat akhirnya menghasilkan kesepahaman bahwa perbaikan jalan harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, perusahaan, koperasi, dan seluruh pemangku kepentingan.
Namun bagi masyarakat Tapung Hulu, kesepahaman bukanlah hal baru. Mereka sudah berkali-kali, mendengar komitmen, dan janji perbaikan jalan rusak
Masyarakat Tapung Hulu berharap berita notulen rapat perbaikan jalan kenyataan. Masyarakat tidak mau dan sangat muak dengan jalan rusak-rusak. Khusunya Tapung Raya mengharap segera perbaikan jalan semaksimal mungkin.**(JS)
REDAKSI
