Jejaktinta.com, | Kampar Kiri,
Di tengah krisis lingkungan yang kerap hanya jadi jargon seremonial, Polsek Kampar Kiri Hilir justru “ditampar” oleh keteladanan murid-murid TK Mutiara. Selasa (10/02/2026), anak-anak usia dini itu datang bukan untuk bermain, melainkan membawa pesan serius: menjaga lingkungan bukan wacana kosong, tapi tindakan nyata.
Kunjungan murid TK Mutiara Kelurahan Sungai Pagar ke Mapolsek Kampar Kiri Hilir menjadi potret kontras dengan realitas di luar sana, ketika isu lingkungan sering dikapitalisasi sebatas baliho dan pidato. Dengan didampingi PS. Kanit Binmas Polsek Kampar Kiri Hilir Aipda Syhaputra Efendi F, S.H. dan Bhabinkamtibmas Aipda Zamrony, para “polisi cilik” ini membawa bibit pohon matoa untuk ditanam langsung di lingkungan Polsek.
Sebelum menanam pohon, anak-anak mendapatkan edukasi sederhana namun bermakna tentang kepedulian lingkungan. Materi yang disampaikan tidak dibungkus jargon rumit, melainkan bahasa jujur yang mudah dipahami: alasan mencintai lingkungan, manfaat menanam pohon, pentingnya kebersihan, serta larangan membuang sampah sembarangan. Pesannya jelas, kesadaran lingkungan harus ditanam sejak dini, bukan menunggu kerusakan menjadi bencana.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Ferry C. Ambarita menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kesadaran generasi penerus sejak awal. Anak-anak, menurutnya, adalah pewaris bumi yang kelak akan menentukan arah masa depan lingkungan hidup.
Usai edukasi, murid-murid TK Mutiara dengan penuh antusias menanam bibit matoa. Aksi kecil ini menjadi tamparan moral bagi pihak-pihak yang selama ini lantang berbicara soal lingkungan namun minim tindakan. Di tangan anak-anak TK, konsep Green Policing tidak terdengar muluk, ia hadir dalam bentuk tanah, bibit, dan tanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa komitmen pelestarian lingkungan tidak diukur dari besar kecilnya acara, melainkan dari konsistensi dan keteladanan. Polsek Kampar Kiri Hilir dan TK Mutiara telah menunjukkan: ketika anak-anak saja mampu bergerak menjaga alam, maka tak ada alasan bagi orang dewasa untuk terus bersembunyi di balik slogan.**(Pajar Saragih).
