Tapung Hulu, Jejaktinta.com |
– Desa Tanah Datar Menjadi Panggung Utama Liga Tapung Hulu 2026, Pembuktian Kualitas teknis dan sportivitas Pemain Sepak Bola Tapung Hulu. (PSTH.) atau Sekadar Seremoni?
Peta persaingan sepak bola di wilayah Kabupaten Kampar dipastikan bakal memanas. Kepastian ini menyusul penyerahan Surat Keputusan (SK) resmi yang menetapkan Desa Tanah Datar sebagai tuan rumah Liga Tapung Hulu Putaran IV Tahun 2026.
Prosesi penyerahan mandat tersebut dilakukan langsung oleh Camat Tapung Hulu, Nuryadi SE, kepada Kepala Desa Tanah Datar, Pardi, pada Kamis (30/04/2026). Momentum ini menandai dimulainya hitung mundur menuju kick-off kompetisi yang paling dinantikan di tingkat kecamatan tersebut.
Camat Tapung Hulu, Nuryadi SE, dalam arahannya memberikan penekanan keras. Ia mengingatkan bahwa status tuan rumah bukan sekadar keuntungan administratif, melainkan ujian bagi kredibilitas desa dalam menyelenggarakan turnamen bergengsi.
“SK ini bukan sekadar kertas, tapi amanah besar. Saya instruksikan agar aspek penyelenggaraan, mulai dari kesiapan lapangan hingga keamanan, agar disiapkan secara profesional. Saya tidak ingin mendengar ada kendala teknis yang memalukan. Mari kita buktikan dalam panggung ini, bahwa Tapung Hulu punya integritas dalam mengelola kompetisi olahraga,”tegas Nuryadi SE di hadapan jajaran tokoh masyarakat dan Satpol PP.
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Tapung Hulu (PSTH), M. Amin Adam, S.Hum, mengeluarkan pernyataan yang memacu adrenalin. Ia menuntut standar tinggi bagi seluruh kontestan yang akan berlaga di Desa Tanah Datar nantinya.
“Kita tidak butuh kompetisi yang sekadar bergulir tanpa target. Saya menantang seluruh klub anggota PSTH untuk keluar dari zona nyaman. Liga ini bukan ajang ‘ecek-ecek’ atau sekadar kumpul, kami ingin melihat ledakan prestasi dan revolusi mentalitas pemain yang terbaik, Jikalau hanya ingin bermain, tanpa semangat kejar juara, lebih baik tidak usah ikut sama sekali!” ujar Amin Adam dengan nada menantang.
Kepala Desa Tanah Datar, Pardi menyambut kepercayaan tersebut dengan optimisme. Bagi Pardi, Liga Tapung Hulu adalah instrumen strategis untuk membuktikan – melakukan talenta scouting sekaligus menjadi gerakan sosial penyelamatan pemuda.
“Terima kasih atas kepercayaan Camat dan Ketua PSTH. Target kami jelas: sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Melalui kompetisi rutin ini, kita akan menjaring bibit-bibit muda yang potensial. Lebih jauh, giat sepak bola ini menjadi benteng utama bagi generasi muda agar terhindar dari jeratan narkoba yang kian merusak. Biarkan mereka berpeluh keringat di lapangan hijau daripada hancur karena barang haram tersebut,”ungkap Pardi.
Gong kompetisi telah ditabuh, dengan dukungan penuh dari jajaran Karang Taruna, tokoh agama, hingga pengawalan Satpol PP. Liga Tapung Hulu Putaran IV Tahun 2026 diprediksi akan menjadi standar baru turnamen lokal, mengedepankan kualitas teknis, sportivitas, dan misi sosial yang kuat. (JS / Redaksi)
