Kampar,Jejaktinta.com
Tapung Hulu – Persoalan infrastruktur jalan butuh tindakan nyata, bukan sekadar pembahasan. Pemdes Danau Lancang, Kades Azirman. Mengambil langkah dengan mengajak perusahaan dan pengelola peron untuk bekerja sama memperbaiki jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat, Desa Dana Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar,Riau. Selasa,(20/19/2026)
Langkah – tindakan kedepannya dibahas dalam rapat bersama di Kantor Desa Danau Lancang, yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Danau Lancang, Azirman, serta dihadiri oleh pihak perusahaan dan pengelola peron yang ada di desa tersebut.
Dalam rapat, Rencana penanganan jalan dengan panjang sekitar 25 kilometer, yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 26 Oktober 2026.
Rencana tersebut menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Pasalnya, jalan bukan hanya sarana penghubung antar lokasi, tetapi juga penunjang ekonomi masyarakat, Desa Danau Lancang.
Keterlibatan para pihak perusahaan dan pengelola peron dalam pembahasan ini diharapkan menjadi awal kerja sama yang baik dan konkret, terhadap permasalahan infrastruktur.
Namun, rencana perbaikan yang sepanjang 25 kilometer tentu membutuhkan persiapan, serta pembagian tanggung jawab yang jelas. Karena hasil rapat diharapkan segera ditindaklanjuti dengan berbagai langkah teknis di lapangan.
Jangan sampai rencana hanya berhenti di atas meja rapat. Masyarakat membutuhkan tindak lanjut yang dapat dilihat dan dirasakan, terlebih ketika jadwal pelaksanaan sudah terencana dengan jelas.
“Azirman Dorong Kerja Sama untuk Kepentingan Masyarakat”
Langkah Kepala Desa Azirman mengumpulkan perusahaan dan pengelola peron ini upaya membangun koordinasi dalam menangani persoalan jalan di wilayahnya.
Ke depan, konsistensi seluruh pihak menjadi hal yang penting. Pemerintah desa akan mengawal tindak lanjut rencana tersebut, sementara perusahaan dan pengelola peron diharapkan berpartisipasi sesuai kesepakatan dan kemampuan masing-masing.
Keterbukaan mengenai titik jalan yang akan ditangani, kesiapan alat dan material, serta perkembangan pelaksanaan juga penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana rencana tersebut berjalan.
Dengan demikian, kerja sama yang dibangun tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat menghasilkan manfaat nyata bagi warga masyarakat.
26 Oktober Menjadi Momentum Pembuktian
Kini, perhatian tertuju pada jadwal yang telah direncanakan, yakni 26 Oktober 2026. Rencana penanganan jalan sepanjang kurang lebih 25 kilometer tersebut diharapkan dapat direalisasikan sesuai hasil koordinasi dan kesiapan di lapangan.
Masyarakat tentu berharap seluruh pihak menjaga komitmen, mengutamakan kepentingan bersama, dan memastikan setiap langkah dilakukan secara terukur.
Sebab, ukuran keberhasilan bukan terletak pada banyaknya pihak yang hadir dalam rapat, melainkan pada tindak lanjut dan hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat,***
Editor : J Sihotang / Red
