Kampar,Jejaktinta.com
Bangkinang Kota – Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan khidmat ini berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Eka Bakti, Bangkinang Kota, Senin (17/8) tepat pukul 00.00 WIB.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Dandim 0313/KPR Letkol CZI. Satriady Prabowo, S.I.P., M.Si. Agenda tahunan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kampar, termasuk Kapolres Kampar serta sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Prosesi diawali dengan pemadaman lampu di area pemakaman dan penyalaan obor guna membangun suasana khidmat dan Inspektur Upacara membacakan naskah apel kehormatan sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas kesucian pengorbanan para pahlawan. Penghormatan ini ditujukan kepada 24 personel TNI/Polri, 1 Pegawai Sipil, 1 Pejuang Rakyat, serta 1 Pahlawan Tak Dikenal yang dimakamkan di TMP tersebut. Acara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, doa bersama untuk arwah para pahlawan, dan diakhiri dengan penghormatan pasukan.
Usai upacara, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. menekankan pentingnya momen ini bagi generasi penerus.
“Di tengah derasnya arus modernisasi dan kecepatan teknologi, kita tidak boleh melupakan akar sejarah bangsa. Berhentilah sejenak untuk merenung; setiap jengkal tanah NKRI ini tegak berdiri karena pengorbanan jiwa raga yang tak ternilai. Jangan biarkan perjuangan mereka menjadi sia-sia.” Ujar Wabup Misharti
“Menghormati pahlawan berarti melanjutkan visi mereka. Hari ini, jadilah pahlawan bagi lingkungan kita sendiri—pahlawan yang merajut persatuan, menolak perpecahan, dan konsisten berkontribusi positif untuk kemajuan Kabupaten Kampar dan Indonesia,”Tambah Misharti
Di era yang serba cepat ini, masyarakat harus sejenak berhenti untuk merenungkan pengorbanan masa lalu. Kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan luar biasa yang harus dijaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***
Editor: J Sihotang / Red Sumber: Prot- Dokpin
