Kampar,Jejaktinta.com
Tapung Hulu – Komitmen PT Multi Agro Santoso,(MAS) Melestarikan Sungai Tapung kembali ditunjukkan melalui kegiatan pelepasan 11.000 ekor bibit ikan yang dilaksanakan di aliran Sungai Tapung, Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini merupakan kompensasi dan kepedulian PT MAS terhadap lingkungan masyarakat Desa Danau Lancang. Tebar bibit ikan dari berbagai jenis baung, gurami, dan bawal dilepas ke habitatnya dengan harapan menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus meningkatkan potensi perikanan bagi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, Sekdes Al Adrian Andres, mewakili Kepala Desa Danau Lancang, Ninik Mamak Empat Suku, Tungkek Mamak, KTU PT MAS, Ketua LPM, Pemuda Karang Taruna, masyarakat Desa, serta para nelayan yang bersumber rezki – hidup dari Sungai Tapung.
Sekdes Al Adrian Andres mewakili kades Danau Lancang, mengapresiasi langkah PT MAS yang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi komitmen perusahan yang berkelanjutan dalam menjaga kelestarian sungai.
“Kami berharap PT MAS terus berkomitmen menjaga aliran Sungai Tapung dan lingkungan sekitarnya. Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat, sehingga kelestariannya harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, pihak PT MAS melalui KTU menyampaikan bahwa pelepasan bibit ikan merupakan bagian dari kemitraan perusahaan dengan masyarakat, khususnya para nelayan yang berada di sekitar areal operasional pabrik di Desa Danau Lancang. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran para Ninik Mamak Empat Suku, tokoh masyarakat, Karang Taruna, dan LPM menjadi simbol kuat bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, masyarakat berharap Sungai Tapung tetap menjadi sumber kehidupan yang lestari bagi generasi mendatang.
Pelepasan ribuan bibit ikan ini menjadi pesan bahwa pembangunan dan aktivitas perusahaan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan alam. Ketika perusahaan, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat bergandengan tangan, untuk mewariskan lingkungan yang sehat kepada anak cucu menjadi semakin kenyataan.(JS)
Editor : Redaksi
Sumber: insan pers
