Oplus_16908288
Jejaktinta.com, | Kampar,
Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, melakukan kunjungan kerja dalam rangka memperkuat hilirisasi komoditas unggulan kawasan transmigrasi di Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (17/1/2026). Dalam kunjungan ini, Wamen menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Nanas Moris sebagai penggerak utama ekonomi lokal dan aset ekspor nasional.
Kegiatan yang berpusat di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru ini, turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat. Hadir mendampingi secara langsung, Ketua Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Kampar, Nur Mustofa.
Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi harus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui produk unggulan daerah (PUD).
“Nanas Moris memiliki potensi luar biasa, bukan hanya soal rasa, tapi keberlanjutan produksinya. Kita ingin kawasan transmigrasi di Kampar ini menjadi role model pembangunan ekonomi yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir,” ujar Viva Yoga di sela-sela peninjauan produk olahan nanas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PATRI Kampar, Nur Mustofa, menyatakan kesiapan organisasi dalam mengawal program pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara kementerian dan anak-anak transmigran sangat krusial untuk memastikan transfer teknologi dan akses pasar bagi petani lokal.
“Kami di PATRI Kampar berkomitmen penuh mendampingi para petani transmigran agar Nanas Moris ini naik kelas. Fokus kami adalah memastikan nilai tambah tetap berada di tangan warga, salah satunya melalui inovasi produk turunan seperti kerajinan serat daun nanas dan produk pangan olahan,” ungkap Nur Mustofa.
Acara yang dikemas dalam “Festival Nanas 2026” ini juga memamerkan berbagai produk kreatif hasil pemberdayaan warga transmigrasi. Selain fokus pada buah segar, Wamen juga mendorong percepatan industri pengolahan agar petani tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga pasar mentah.
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi bersama kelompok tani dan tokoh masyarakat setempat untuk menyerap aspirasi terkait infrastruktur pendukung di kawasan transmigrasi. Melalui momentum ini, Kementerian Transmigrasi dan PATRI Kampar berharap sektor agribisnis dapat menjadi magnet bagi generasi muda transmigran untuk terus membangun daerah.(Pajar Saragih).
