Jejak com | Bangkinang Kota –
Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Ahmad Taridi, menegaskan dukungan penuh lembaga legislatif terhadap penguatan sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Taridi saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh Kepolisian Daerah Riau di Mapolres Kampar, Senin (2/3). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan, unsur Forkopimda, serta jajaran TNI dari Kodim 0313/Kampar dan Yonif 132/BS.
Dalam pernyataannya, Ahmad Taridi menekankan bahwa keamanan daerah merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“DPRD Kabupaten Kampar mendukung penuh langkah Polda Riau dan Polres Kampar dalam menjaga stabilitas keamanan, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah harus terus diperkuat demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegas Ahmad Taridi.
Sementara itu Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi menyampaikan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kesadaran bermasyarakat. Ia berharap agar masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga kamtibmas.
“Keamanan itu bukan hanya tanggung jawab aparat polisi semata. Aparat tidak dapat bekerja sendiri, kita butuh kerja sama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sistem pengawasan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, imigrasi, serta dukungan teknologi seperti CCTV, menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional saat ini.
Terkait tantangan lokal, Riau sebagai daerah perbatasan dengan Malaysia menjadi pintu rawan bagi peredaran narkoba dan kejahatan lintas negara. Selain itu, fenomena sosial seperti geng motor yang melibatkan anak di bawah umur menjadi perhatian serius.
“Pola kejahatan kini telah berubah dari konvensional menjadi digital. Tingginya penggunaan internet memicu munculnya kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi generasi muda,” tukasnya.***(JS / Redaksi)
